Kamis, 13 Oktober 2011

TUHAN....IZIN AKU



BY. STOVIA

TUHAN...... INI AKU
HAMBAMU YANG SELALU KAU BERI KEBERUNTUNGAN
TUHAN.....INI AKU
HAMBAMU YANG SELALU KAU BERI CINTA

TUHAN...... INI AKU
HAMBAMU YANG MENGINGINKAN CINTA
DARI SALAH SATU CIPTAANMU
DARI SALAH SATU YANG KAU CIPTA

MAKA IZINKAN AKU JATUH CINTA
IZINKAN AKU BERTEMU DENGANNYA
IZINKAN AKU MENDAPATKANNYA
IZINKAN AKU BERSAMANYA

MUNCULKAN DIA DIHADAPANKU
LAGI TAK HANYA SEKALI
LAGI TAK HANYA DUA KALI
LAGI DAN TAK HANYA DIDUNIA INI

DILEMA CINTA



BY. STOVIA


HARI DEMI HARI KUPAJANG DENGAN RAPI
SEGALANYA BERJALAN DENGAN LIRIH
SILIH BERGANTI MENGANTI RASA INI
SAAT MERASA TAK MENCINTAI DIA DATANG MENGHAMPIRI

AKU BINGUNG DENGAN RASA INI
TERLALU KILAT TUH DIKATA CINTA
TAPI TERLALU KUAT JIKA HANYA RASA SUKA
MUNGKIN BENAR CINTA TAPI AKU TAKUT

TAKUT MENGAKUINYA
BAHWA BENAR INI CINTA
TAKUT MENGHADAPINYA
JIKA TERNYATA BUKAN DIA

AKU HARUS BAGAIMANA
MENINGGALKAN YANG TAK BISA TINGGALKAN
BERSAMA TAK TAPI TAK TAHU BAGAIMANA MENDEKAT
HINGGA AKHIRNYA HANYA BISA MENUNGGU

KAMU, CINTAKU



BY. STOVIA

AKU PECANDU BERAT
TAK BISA HIDUP TANPA DIA
AKU BISA GILA KARENANYA
DIA ITU ADALAH KAMU

KAMU, CINTAKU YANG TAK PERNAH LURUH
KAMU, CINTAKU YANG PENUH KELUH
KAMU, CINTAKU YANG TERASA MANIS
KAMU, CINTAKU YANG SELALU MENGUJI

AKU TAK CUKUP KUAT MEMILIKIMU
AKU JUGA TAK CUKUP MAMPU MENDAPATKANMU
TAPI AKU JUGA TAK AKAN SANGGUP MELEPASMU
CINTA YANG KURASA BAHKAN SEBELUM AKU MELIHATMU

MUNGKIN INI TAKDIR
AKU BERTEMU KAU DALAM MIMPI
AKU MENYAKSIKANMU DALAM TIDURKU
DAN TIBA-TIBA KUBERTEMU KAU DIALAM INI

ALAM NYATA DIMANA ITU ADALAH NYATA
ALAM DUNIA DIMANA KAU ADALAH DUNIAKU
ALAM CINTA DIMANA KAU ADALAH CINTAKU
DAN ALAM KEHIDUPAN DIMANA KAU ADALAH KEHIDUPANKU

Rabu, 12 Oktober 2011

Penerbit Queen Publishing: TAWARAN KERJASAMA

Penerbit Queen Publishing: TAWARAN KERJASAMA: SELFPUBLISHING BORONGAN (MAXIMAL 100 ORANG) Biaya : Cerpen, dan puisi Rp.500.000/orang Cerbung Rp.1.000.000/orang ...

KETIKA MEMULAI IMPIAN

By. Stovia
Saat seseorang mulai bermimpi dan berharap itu adalah saat ia memulai masa depannya, memulai merajut harapan dan awal perjuangan. Hidup memang tidak murad, perlu pengorbanan dan perjuangan besar untuk meraih masa depan, semua itu berawal dari impian. Kita tak akan tahu apa yang kita inginkan dan bisa kita raih jika impian punk kita tak punya. Jangan pernah dengarkan orang yang melarangmu bermimpi karena saat kau dengankan kata-katanya itu adalah saat kau kehilangan kepercayaan dirimu juga masa depanmu. Masa depan semua berawal dari impian dan tanpa keyakinan serta impian tak ada masa depan. Seperti aku, dulu orang-orang meremehkanku saat aku bermimpi, berharap menjadi seperti sekarang. Mereka bilang itu mustahil, mereka bilang impianku konyol dan lebih menyakitkan lagi aku tak akan dapatkan apa-apa dari impianku. Tapi sekarang karena aku yakin dan terus bermimpi serta berjuang akhirnya satu dari sekian banyak impianku terwujud. Menjadi seorang novelis bukan hal mudah dan tentu cukup berat meraihnya bahkan sebagian besar ada yang menertawakan cita-cita ini. Akan tetapi saat apa yang menjadi impian itu terwujud tak akan ada tawa namun senyuman penuh kebanggan. Sekarang giliran kalian untuk bermimpi dan meraihnya. Apakah kalian siap?

MEMBANGUN KARAKTER TOKOH



By. Stovia

Menciptakan karakter tokoh dalam setiap karya itu sangat penting, bagus tidaknya karya kita selain ditentukan oleh jalan ceritanya juga dari bagaimana kita menciptakan karakter tokoh itu sebagus mungkin dan tentu saja mendengar kenyataan. Mustahilkan kita membangun karakter yang sangat sempurna karena didunia ini tak ada manusia yang sempurna jadi harus ada kelemahannya. Tapi terlalu banyak kelemahan tanpa ada sisi positifnya juga tidak masuk akal. Jadi untuk itu harus seimbangkan antara titik kelemahan si tokoh itu dengan kelebihannya dan sesuaikan juga dengan posisi karakter dalam karya kita, apa dia antagonis, protagonist atau yang lainnya. Nah dibawah ini Fia cantumin beberapa hal yang harus kalian tulis saat mengambarkan karakter tokohnya.
  1. Gambaran fisiknya seperti apa
  2. Kecerdasannya
  3. Pekerjaannya
  4. Dialognya
  5. Agamanya ( boleh ada boleh tidak karena aku sendiri dalam novelku karena merupakan kategori novel Universal dan supaya bisa dibaca oleh semua orang tanpa melihat agamanya, yang satu ini memang sengaja tidak dicantumin)
  6. Latar belakang kehidupannya, termasuk keluarga, sahabat dan kawan-kawannya
  7. Cara pikir termasuk tingkat kecerdasannya ( ini bisa dinarasikan atau digambarkan melalui dialog)


Contoh (diambil dari karakter novel DINAMIT)
Di sebuah ruangan kantor di lantai 20, seorang gadis sedang duduk memandang laptop-nya. Gadis itu bermata lebar, berkulit sawo matang, dan berambut panjang sebahu, agak ikal. Dari wajahnya kelihatan sekali dia berdarah Asia Tenggara.
Sim Ha, nama sapaannya. Tidak seperti wajahnya, ia memiliki nama seperti orang-orang Korea, karena ayahnya pria Korea. Sang ayah yang bekerja sebagai chef di sebuah restoran besar di New York memanggilnya seperti itu. Begitu pula para karyawan kantor tempatnya bekerja sejak lulus dari Harvard University, dua tahun lalu.
Sim Ha yang sejak kecil tinggal di New York bersama ayah dan ibunya, mendapatkan beasiswa prestasi dari kampus terbaik dunia. Gara-gara itu, selepas dari Harvard ia malah menetap di Boston dan menjadi arsitek sebuah perusahan besar di kota Boston. Perusahaan tempatnya bekerja adalah salah satu perusahaan properti terbesar di Asia yang baru dua tahun lalu membuka cabang di Boston. Sim Ha beruntung diterima di perusahaan itu dan menggarap proyek pertama mereka di Amerika.



Senin, 10 Oktober 2011

DIMANA INDONESIAKU

Indonesia adalah negeri yang indah penuh cinta dan kedamaian
Kita punya etika sendiri, aturan sendiri
Tapi sepertinya itu sudah tak lagi berarti
Negeri ini sudah menjadi lain
Bukan lagi Indonesia
Bukan lagi negeri penuh cinta dan perdamaian
Tapi sudah menjadi negeri yang dipenuh kebencian, kekerasan dan rasa ingin menguasai
Dimana Indonesiaku
Dimana karakter bangsaku yang damai
Semuanya seakan lenyap dari negeri ini tercabut dari akarnya
Kebudayaan asing dinegeri ini jauh lebih menguasai kehidupan bangsa kita
Aku jadi bertanya-tanya
Kemana Indonesianya?
Dimana Indonesiaku?
Benarkan negeri ini sudah tak ada lagi
Benarkan Indonesia masih melekat pada jiwa kita rakyat Indonesia
Ataukah itu hanya formalitas karena kita menginjak tanahnya?
Tapi aku tak berdaya karena aku bukan siapa-siapa
Namun aku berharap Indonesia akan kembali kepada jiwa-jiwa rakyat negeri ini
Mengembalikan prilaku dan sikap bangsa kita menjadi bangsa timur
Bukan menjadi Indonesia versi barat