Tampilkan postingan dengan label review novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review novel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2011

DINAMIT ( HARGA Rp.25.000)



             Hidup memang misterius, kita tak pernah tahu apa yang telah berlalu dimasa lalu dan apa yang akan terjadi dimasa mendatang. Sim Ha mengalami semua itu, ia tak pernah tahu kisah dimasa lalunya termasuk kebohongan besar yang disimpan ibundanya dan melibatkannya dalam situasi yang tak pernah terbayangkan. Tapi dia mendapatkan satu pelajaran berharga betapa hidup tak akan bisa ditebak bahkan oleh orang berotak jenius sekali pun. Akhirnya Tuhan menunjukkan jalannya dan Sim Ha diberi pilihan menerimanya atau menentangnya dimana hatinya yang akan memilih bukan lagi akalnya. Inikah hidupnya, inilah kisahnya dan inilah perjalanan hidupnya. Perjalanan hidup seorang Sim Ha yang penuh dilema.


Penasaran? silahkan baca novel DINAMIT karangan STOVIA
Tersedia diseluruh toko buka gramedia se Jakarta dan Jawa.  


Sabtu, 08 Oktober 2011

DINAMIT ( SUDAH TERBIT) Rp.25.000




Mata terkadang salah, apa yang kita lihat sering kali keliru karena apa? karena mata tak mampu menembus hati dan itulah sebab kita tak bisa menilai hati seseorang dengan hanya melihatnya. Satu kesalahan Sim Ha ketika pertama kali mengenal Kim, ia hanya melihatnya saja dan ternyata apa yang dilihatnya salah. Namun ia tak menyesal karena pada akhirnya ia tahu bagaimana Kim dan siapa Kim hingga dia layak untuk dicintai betapa pun buruknya kehidupan Kim.
Penasaran? dapatkan di toko buku GRAMEDIA se Jakarta-Jawa.



DINAMIT (TERBIT DESEMBER 2011)


Setiap manusia memiliki takdirnya sendiri baik atau buruk. Kita tak akan pernah tahu dari rahim siapa kita dilahirkan dan dengan kondisi seperti apa kita dilahirkan. Semuanya sudah terjadi dan tidak mungkin untuk merubahnya. Kita bisa berharap dan berusaha untuk merubah kehidupan kita menjadi lebih baik. Seperti halnya Sim Ha, ia tahu betapa buruk masa lalunya, kehidupannya dan keluarganya. Semuanya penuh dusta dan kebohongan. Termasuk persahabatannya dengan Kim tak lepas dari masa lalunya karena ia besar dan hidup bersama masa lalu itu. Ia bahkan tak pernah menyangka takdir akan membawanya kedalam situasi yang tak pernah ia bayangkan bahkan memikirkannya pun tak pernah.